Multitrend Indo (BABY) Akuisisi EGI, Fokus Perkuat Bisnis Mainan Anak

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:36:01 WIB
Multitrend Indo BABY Akuisisi EGI, Fokus Perkuat Bisnis Mainan Anak

JAKARTA - PT Multitrend Indo Tbk (BABY), pengelola merek Mothercare, mengumumkan akuisisi distributor mainan PT Emway Globalindo (EGI) senilai Rp269,98 miliar.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya BABY untuk memperluas portofolio bisnisnya. Akuisisi ini akan dilakukan melalui dua mekanisme utama, yaitu penyetoran modal dengan inbreng saham dan pembelian saham secara langsung. Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas operasional dan keuangan perusahaan secara signifikan.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pada Rabu, 11 Februari 2026, pengambilalihan EGI dilakukan dengan menggabungkan struktur pembiayaan melalui rights issue (PMHMETD I) dan fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. 

Pengambilalihan ini memiliki nilai total transaksi yang cukup besar, yakni sebesar Rp269,98 miliar. Menurut manajemen BABY, akuisisi ini bukan hanya memperkuat posisi mereka di pasar mainan anak, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memanfaatkan potensi pasar yang terus berkembang.

Akuisisi Melalui Penyertaan Modal dan Pembelian Saham Langsung

Multitrend Indo akan mengakuisisi EGI dengan dua cara utama: pertama, melalui inbreng saham EGI, dan kedua, dengan pembelian saham secara tunai. 

Dalam langkah pertama, sejumlah saham EGI senilai Rp143 miliar atau sekitar 48% dari modal ditempatkan dan disetor EGI akan diserahkan ke BABY. 

Saham tersebut berasal dari Blooming Years Pte. Ltd. (BY), yang juga merupakan pemegang saham pengendali dari BABY dan EGI.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, BABY akan menerbitkan 238.599.876 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590 per saham. PMHMETD ini akan memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru sesuai dengan rasio 625:57. 

Penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu ini akan memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam jangka panjang dan memberikan ruang untuk pertumbuhan yang lebih besar.

Sisa kepemilikan saham EGI, yang mencakup 52% dari total saham yang ada, akan dibeli oleh BABY melalui pembelian tunai dari BY dengan nilai transaksi sebesar Rp139,99 miliar. Dengan cara ini, BABY akan sepenuhnya mengendalikan EGI setelah transaksi selesai.

Dampak Positif Terhadap Keuangan dan Struktur Ekuitas Perusahaan

Pengambilalihan EGI ini diharapkan membawa dampak positif terhadap struktur keuangan Multitrend Indo. Dengan adanya PMHMETD I, BABY optimis dapat melakukan optimalisasi pengelolaan aset dan memperbaiki struktur ekuitas perusahaan. 

Langkah ini akan membuka peluang bagi BABY untuk memperluas bisnisnya dan menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka panjang.

"Dana yang diperoleh dari rights issue ini diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perusahaan, khususnya dalam meningkatkan struktur ekuitas yang lebih solid. Dengan akuisisi ini, kami juga menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih pesat di masa depan," ungkap manajemen BABY.

Selain itu, langkah strategis ini juga akan memungkinkan BABY untuk mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri mainan anak-anak yang sangat potensial. 

Dengan mengakuisisi EGI, yang merupakan salah satu distributor mainan terkemuka di Indonesia, BABY akan memperkuat kehadirannya di pasar dan meningkatkan daya saingnya di industri retail.

Transaksi Afiliasi dan Persetujuan Rapat Pemegang Saham

Karena transaksi ini dilakukan dengan pihak terafiliasi, yaitu Blooming Years Pte. Ltd. yang juga mengendalikan BABY, maka transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi. 

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, pengambilalihan ini harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen. RUPS ini akan dilaksanakan pada 26 Januari 2026 untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham.

Langkah ini juga memerlukan persetujuan dari para kreditur, termasuk PT Bank Mandiri Tbk, untuk memastikan bahwa perjanjian pembiayaan yang telah disepakati tetap berjalan lancar dan tidak mengganggu kelancaran transaksi. Manajemen BABY telah memastikan bahwa mereka sudah memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris dan sedang dalam proses mendapatkan persetujuan dari kreditur terkait.

Langkah Strategis untuk Memperkuat Posisi di Pasar Mainan Anak

Akuisisi terhadap EGI oleh BABY menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat posisinya di pasar ritel, khususnya dalam sektor mainan anak. EGI merupakan distributor yang memiliki jaringan yang luas di Indonesia, dan dengan bergabungnya kedua perusahaan ini, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif.

"Pengambilalihan EGI merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis kami. Kami percaya bahwa pasar mainan anak-anak di Indonesia masih sangat potensial, dan akuisisi ini akan membuka banyak peluang baru untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar manajemen BABY.

Langkah ini juga mencerminkan strategi BABY dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan diversifikasi produk yang mereka tawarkan. Dengan mengakuisisi EGI, BABY tidak hanya memperbesar portofolio produk mainan anak, tetapi juga meningkatkan kapabilitas mereka dalam melayani pasar yang semakin berkembang.

Rencana Pengembangan Bisnis ke Depan

Selain fokus pada pengelolaan aset yang lebih baik dan perbaikan struktur ekuitas, BABY juga menekankan bahwa pengembangan bisnis ke depan akan menjadi fokus utama setelah akuisisi ini selesai. 

Perusahaan akan berupaya untuk mengintegrasikan operasi EGI dengan sistem operasional BABY untuk mencapai efisiensi yang lebih baik.

"Dengan dukungan penuh dari pemegang saham dan kreditur kami, kami berharap dapat memaksimalkan potensi EGI dalam mendukung strategi bisnis jangka panjang perusahaan," tambah manajemen.

Transaksi ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat posisi BABY di pasar mainan anak, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan pasar retail yang semakin kompleks. 

Ke depan, BABY berharap bisa terus tumbuh dan berinovasi di tengah perkembangan pasar yang semakin pesat.

Terkini